PELANTIKAN MASSAL ORMAWA STAINMAL LHOKSEUMAWE

Pelantikan ORMAWA yang dilakukan secara Massal oleh STAINMAL bertepatan dengan acara STAIN Fair Lhokseumawe

Gimana Sih Serunya Pertama Kuliah

Keseruan Awal Pertama Kuliah

Walaupun Telat Yang Penting Ada

Penggalangan Dana Untuk Korban Banjir Bandang.

Sabtu, 25 Oktober 2014

MARI KITA MENGENAL ACEH DENGAN SITUS PENINGGALAN SEJARAH


8 TEMPAT PENINGGALAN SEJARAH ACEH YANG TERKENAL DI DUNIA

Nanggroe aceh - jejak peradaban Aceh selama berabad-abad silam telah menyimpan begitu banyak tempat-tempat peninggalan sejarah Aceh yang terkenal di dunia.
Masyarakat Aceh bisa mengetahui jejak peradaban bangsanya melalui peninggalan-peninggalan sejarah ini. Sejarah telah mencatat bahwa Aceh selama masa penjajahan, baik itu penjajahan Portugis, Belanda dan Jepang serta konflik bersenjata antara GAM dan RI belum sekalipun tercatat Aceh pernah menyerah.
Itulah sebabnya kegilaan ini sering disebut oleh Belanda dengan "Acheh Pungo atau Aceh Gila". Diantarasekian  banyak tempat peninggalan itu, ada 8 tempat peninggalan sejarah Aceh yang terkenal di dunia.

Berikut adalah pemaparan selengkapnya :

1. Masjid Raya Baiturrahman



Suasana Malam Hari


Suasana Pagi Hari

       Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar, kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya.
Masjid ini menjadi saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama. Mesjid ini merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda (1873-1904). Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya, tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan (1879-1993).
Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2 dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid. Mesjid ini  dapat menampung hingga 9.000 jama ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh di atasnya.

2. Pinto Khop


Pinto Khop  merupakan pintu penghubung antara Istana dan Taman Putroe Phang. Pinto Khop ini merupakan pintu gerbang berbentuk kubah. Pintu Khop ini merupakan tempat beristirahat Putri Phang, setelah lelah berenang, letaknya tidak jauh dari Gunongan, disanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri. Disana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri mandi bunga. Ditempat itu pula oleh Sultan dibangun sebuah perpustakaan dan menjadi tempat sang permaisuri serta Sultan menghabiskan waktu sambil membaca buku selepas berenang, keramas dan mandi bunga. Pinto Khop ini dibangun Pada masa Pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

3. Gunongan


Gunongan adalah tempat yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda atas permintaan Putroe Phang atau Putri Kamaliah yang berasal dari Pahang dan dibawa ke Aceh oleh Sultan Iskandar Muda setelah Pahang ditaklukkan oleh Kerajaan Aceh Darussalam. Gunongan ini terletak di taman Putroe Phang sebagai tempat bermain permaisuri Sultan Iskandar Muda tersebut.

4. Lonceng Cakra Donya




Lonceng Cakra Donya adalah hadiah  dari Tiongkok yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho sebagai bentuk kerjasama antara Aceh dan Tiongkok. Lonceng ini pernah dipakai oleh Kerajaan Samudera Pasai sebagai genderang perang melawan pasukan Portugis, kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan Aceh Darussalam. Lonceng ini sekarang disimpan di Museum Aceh sebagai tanda persahabatan antara Aceh dan China dimasa silam.

5. Kherkoff Pocut ( Peutjoet Kerkoff)


Kherkoff Peucut adalah kompleks kuburan perwira Belanda yang tewas dalam perang Aceh, jumlahnya mencapai 2000 lebih nisan yang tersimpan di dalamnya. Sejarah dunia mencatat bahwa Kherkoff Peucut adalah kompleks kuburan Belanda terbesar di dunia, belum lagi kuburan-kuburan Belanda lainnya yang tersebar di seluruh Aceh. Kuburan ini melambangkan bagaimana kegigihan orang Aceh dulu dalam mempertahankan harkat dan martabat bangsanya.

Gerbang Peutjoet Kerkoff


Kerkoff berasal dari bahasa Belanda yang berarti kuburan, sedangkan Peutjoet atau asal kata dari Pocut (putra kesayangan) Sultan Iskandar Muda yang dihukum oleh ayahnya sendiri (Sultan Iskandar Muda) karena melakukan kesalahan fatal dan dimakamkan di tengah-tengan perkuburan ini.
Pada relief dinding gerbang makam tertulis nama-nama serdadu Belanda yang meninggal dalam pertempuran dengan masyarakat Aceh (setiap relief ada 30 nama); daerah pertempuran, seperti di Sigli, Moekim, Tjot Basetoel, Lambari en Teunom, Kandang, Toeanko, Lambesoi, Koewala, Tjot Rang - Pajaoe, Lepong Ara, Oleh Karang  Dango, dan Samalanga); dan tahun meninggal para serdadu (1873-1910). Sekitar 2200 tentara Belanda termasuk 4 jenderalnya sejak tahun 1883 hingga 1940an dikuburkan di sini. Di antara para serdadu Belanda tersebut ada beberapa nama prajurit Marsose yang berasal dari Ambon, Manado dan Jawa. Para prajurit Marsose yang berasal dari Jawa ditandai dengan identitas IF (inlander fuselier) di belakang namanya, prajurit dari Ambon dengan tanda AMB, prajurit dari Manado dengan tanda MND, dan serdadu Belanda dengan tanda EF/ F. Art.

6. Benteng Indra Patra



Benteng Indra Patra adalah benteng peninggalan kerajaan Hindu pertama di Aceh yang digunakan sebagai tempat peribadatan dan benteng pertahanan dari gempuran musuh. Kemudian benteng ini direbut oleh Kerajaan Islam Aceh dan dijadikan sebagai benteng pertahanan. Benteng ini dipimpin oleh seorang laksamana perang perempuan Aceh yang sangat terkenal yaitu Laksamana Malahayati.

7. Rumoh Aceh

Rumoh Aceh adalah rumah adat Aceh yang difungsikan sekarang sebagai museum yang menyimpan ribuan peninggalan sejarah Aceh mulai dari peninggalan sejarah pra modern hingga peninggalan sejarah masa penjajahan, selain itu di rumoh Aceh ini juga disimpan berbagai macam kebudayaan Aceh yang berupa kerajinan tangan dan budaya Aceh lainnya.

8. Pesawat Seulawah Agam

Pesawat Seulawah Agam ini merupakan pemberian atau sumbangan orang Aceh kepada Republik Indonesia setelah Aceh bergabung dengan Indonesia. 
Pesawat ini digunakan oleh RI sebagai sarana untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia. Sumbangan orang Aceh ini sekarang menjadi monumen di Blang Padang Banda Aceh untuk menjadi saksi pengorbanan masyarakat Aceh untuk Indonesia, meskipun akhirnya Indonesia melupakan segalanya dari Jasa-jasa yang telah diberikan oleng bangsa Aceh terhadap Indonesia.

Replika Pesawat Seulawah RI 1 di Blang Padang


Pesawat Seulawah yang dikenal RI-1 dan RI-2 merupakan bukti nyata dukungan yang diberikan masyarakat Aceh dalam proses perjalanan Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, Pesawat Seulawah yang menjadi cikal bakal Maskapai Garuda Indonesia Airways disumbangkan melalui pengumpulan harta pribadi masyarakat dan saudagar aceh sehingga Presiden Soekarno menyebut "Daerah Aceh adalah Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat aceh seluruh Wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali". Pesawat Seulawah dibeli dengan harga US$120.000 dengan kurs pada saat itu atau kira-kira 25 Kg emas dan untuk mengenang jasa masyarakat aceh tersebut maka di buat replika pesawat seulawah yang berada di Lapangan Blang Padang Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.


“Ini Semua Adalah Sejarah
Saksi bisu Aceh”


Itulah 8 tempat peninggalan sejarah Aceh yang terkenal di dunia dan salah satunya adalah aset yang paling berharga yang pernah dimiliki dunia yaitu Mesjid Raya Baiturrahman.


created by : 

Jumat, 24 Oktober 2014

PELANTIKAN MASSAL ORMAWA STAINMAL LHOKSEUMAWE


Harian Online
              Redaksi IM3
Pelantikan Massal
ORMAWA STAINMAL Lhokseumawe

Alue Awe, ( Redaksi IM3 )          
                STAIN fair yang diselenggarakan oleh kampus STAIN Malikussaleh telah berlangsung selama tiga hari dan tidak terasa seiring dengan bergantinya waktu. tibalah saat pelantikan yang telah dinanti- nantikan oleh UKM dan HMPS untuk memulai kinerja mereka dalam membawa STAIN Malikussaleh ke arah yang lebih baik, bermartabat dan disegani oleh Kampus lain dalam bidang Intelektual umumnya dan berorganisasi khususnya.
                Adapun pelantikan massal yang dilaksanakan oleh panitia penyelenggara pelantikan terdiri dari satu UKM dan tiga HMPS,  yaitu, UKM Sanggar Seni GESBIKA, HMPS Hukum Ekonomi Syariah, HMPS Ahwal Al- Syakhsyiyah, dan HMPS Matematika. Dalam pelantikan kali ini HMPS Matematika memiliki Ketua, Staf, beserta jajarannya dengan total sebanyak 42 personil.
                Dalam menyukseskan acara pelantikan tersebut, HMPS Matematika mengambil peran penting, yaitu sebagai Master of Ceremony oleh Novian Aulia, Laporan Ketua Panitia oleh Rahmat Dani yang menjabat sebagai SEKJEN IM3, dan Ketua Seksi acara oleh Muhammad Taufiq yang menjabat sebagai Ketua Umum IM3.
                Dalam acara tersebut panitia telah mengundang sebanyak 230 tamu undangan, namun dalam hal tersebut tamu undangan yang menghadiri dalam acara Pelantikan Massal tersebut sebanyak 197 tamu undangan, dan acara pelantikan tersebut disahkan secara langsung oleh Ketua STAIN Malikussaleh Lhokseumawe yaitu bapak Dr. H. Hafifuddin, M.Ag. dan yang menjadi tamu undangan spesial HMPS Matematika yaitu ibu Rosimanidar, M.Si.
                Dalam Pidato Singkat Bapak Dr. H. Hafifuddin, M.Ag mengharapkan genarasi muda sekarang bisa menjadi agent of change dan untuk pemimpin serta anggotanya yang telah disahkan secara resmi memiliki karakter Leadership dengan menggunakan empat gagasan dasar utama dalam memimpin yaitu Otak, hati, emosi, dan agama.

created by : 

Rabu, 22 Oktober 2014

FIRST STEP OF MATH HMPS

harian Online
              Redaksi IM3
STAIN MALIKUSSALEH
Menyelenggarakan STAIN Fair

Alue Awe, ( Redaksi IM3 )        
                Dewan Eksekutif Mahasiswa ( DEMA ) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) Malikussaleh Lhokseumawe menyelenggarakan acara STAIN Fair yang dilaksanakan di Kampus STAIN malikussaleh selama sepuluh hari, Rabu- Sabtu ( 22 okt s/d 1 Nov ). Didalam acara tersebut semua mahasiswa ikut berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut. Pengurus Ikatan Mahasiswa Matematika Malikussaleh (IM3) yang baru akan dilantik pada hari jum’at (25 0kt ) dipanggung Utama, Pelantikan tersebut akan melibatkan mereka-mereka yang telah terpilih dalam seleksi yang dilakukan oleh Pengurus-pengurus IM3 sebelumnya, dan pelantikan tersebut akan dilakukan secara langgsung oleh Ketua STAIN Malikussaleh yaitu bapak Dr. Drs. HAFIFUDDIN M.Ag .
                Setelah secara resmi dilantik, para pengurus im3 yang baru langsung bekerja ekstra dengan mengadakan lomba berhitung cepat tingkat antar mahasiswa STAIN sendiri khususnya jurusan tarbiyah pada tanggal 28 okt 2014 tepatnya di Aula STAIN Malikussaleh, dengan memasang target sebanyak 150 pendaftar dan mengangkat tema: “Melalui Pelantikan HMPS Matematika (IM3) Mari Kita Satukan Spirit Mahasiswa Demi Menyongsong Tadris Matematika Dan STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Yang Lebih Berjaya Dimasa Mendatang”.
           
NOTE :

"Harapan Sekjen IM3 kedepannya, Pengurus IM3 yang baru bisa memberikan perubahan terhadap Semua mahasiswa umumnya dan mahasiswa prodi Matematika khususnya"

CREATED BY :
SEKJEN & ADMIN

Sponsor

Join marjiani's empire