PELANTIKAN MASSAL ORMAWA STAINMAL LHOKSEUMAWE

Pelantikan ORMAWA yang dilakukan secara Massal oleh STAINMAL bertepatan dengan acara STAIN Fair Lhokseumawe

Gimana Sih Serunya Pertama Kuliah

Keseruan Awal Pertama Kuliah

Walaupun Telat Yang Penting Ada

Penggalangan Dana Untuk Korban Banjir Bandang.

Kamis, 25 Desember 2014

WALAUPUN TERLAMBAT YANG PENTING ADA

Suasana Penggalangan Dana di Simpang Jam, Lhokseumawe – Rahmat Dani

harian Online          
              Redaksi IM3            

Penggalangan Dana Untuk
Korban Banjir Bandang              

Alue Awe, ( Redaksi IM3 )   


      Ditengah  kalang kabutnya masyarakat dan pemerintah Daerah dalam menghadapi banjir besar yang melanda Provinsi Aceh tahun ini, sejumlah Mahasiswa STAIN Malikussaleh yang ikut terhanyut dalam penderitaan ini melakukan aksi kemanusiaan  dengan  menggalang dana di simpang jam kota Lhokseumawe untuk korban banjir  di Lhokseumawe dan Aceh Utara pada hari Rabu lalu, (24/12). 

Aksi yang mengajak masyarakat untuk peduli kepada  korban banjir yang menimpa Lhokseumawe & Aceh Utara ini dikoordinir oleh Rahmat Rizki, mahasiswa  Jurusan Tarbiyah.             

“inisiatif yang kami ini adalah atas kesadaran kami sendiri yang memiliki rasa kemanusiaan dan hati nurani, tanpa ada anjuran dari siapapun dan tanpa mewakili lembaga/organisasi mahasiswa apapun. Kami bergerak atas nama mahasiswa STAIN Malikussaleh” ungkap Rahmat kepada HMPS Matematika-Blogs.   

 para mahasiswa yang berjiwa besar ini terlihat bertebaran disekitaran lampu merah didepan Bank Aceh & Supermarket Suzuya  dengan menenteng kotak karton bertuliskan “Bantuan Dana untuk Korban Banjir Aceh Utara dan sekitarnya”.           

Strategi yang digunakan oleh mahasiswa yang ikut serta dalam penggalangan dana  ini dengan membagi ke dalam 2 tim, tim pertama standby disekitaran traffic light dan  satu tim lainnya melakukan aksi penggalangan dengan mendatangi kantor-kantor dinas pemerintah maupun kantor -kantor non-pemerintah, selanjutnya ke kafe-kafe, warkop dan berakhir di deretan pertokoan.  

Adapun penggalangan dana yang dilakukan oleh Mahasiswa selama tiga hari jumlah dana yang berhasil terkumpulkan dalam aksi tersebut mencapai kurang lebih Rp 6 juta, Ungkap Rahmat.         

“Ini hasil yang luar biasa yang dilakukan oleh mahasiswa selama tiga hari yang beranggotakan 25 orang, uang yang terkumpul ini dibelikan logistik selanjutnya akan dikirim ke posko-posko pengungsian yang ada di Lhokseumawe & Aceh Utara pada Sabtu malam dan hari Minggu, 27-28 Desember nanti” ungkap Rahmat.    

Aksi luar biasa tersebut juga turut dibantu langsung oleh ketua umum, wakil dan Sekjen dari HMPS Matematika (Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika) STAIN Malikussaleh, Taufiq Al-Hidayat, Fachrul Reza, dan Rahmat Dani beserta Jajarannya yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana kemarin.



Penyerahan logistik oleh Sekjen HMPS Matematika kepada korban penggusuran lahan tanah di Rancong. Sabtu malam ( 27 Desember 2014 )



Penyerahan logistik oleh Ketua koordinator kepada pak Geuchiek desa Matang Baroeh, yang diamanahkan untuk membagikan kepada beberapa desa lainnya yang berada di Kec. Lapang.

created by :
Sekjen

Senin, 22 Desember 2014

Mengupas Sejarah Hari Ibu

Mengupas Sejarah Hari Ibu !
Jika melihat kembali sejarah, sebenarnya sejak tahun 1912 sudah ada organisasi perempuan. Pejuang-pejuang wanita pada abad ke 19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain secara tidak langsung telah merintis organisasi perempuan melalui gerakan-gerakan perjuangan.
Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu adalah setelah Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.
Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Jika kita melihat sejarah betapa heroiknya kaum perempuan (kaum Ibu) pada saat itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan dalam ranah domestik. Misalnya dalam sebuah keluarga pada tanggal tersebut seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti masak, mencuci, belanja, bersih-bersih, dan kemudian memberikan hadiah-hadiah untuk sang ibu. 
Satu aliran pemikiran mengakui bahawa perayaan  hari  ibu  lahir dari satu adat pemujaan ibu di Yunani Purba, yang menyambut satu perayaan untuk Cybele, ibu dewa-dewi Yunani yang agung. Perayaan ini diadakan sekitar equinoks musim bunga di Asia Kecil dan tidak lama kemudian di Rom dari 15 hingga 18 Maret.
Perayaan ini bersamaan hari kenduri Persembahan Nabi Isa di Kuil dalam mazhab Ortodoks Timur. Oleh sebab Theotokos (Ibu Tuhan) amat penting dalam perayaan ini kerana membawa Christ ke Kuil Jerusalem, perayaan ini dikaitkan dengan ibu. Namun begitu, kini ramai orang Greece cenderung menyambut Hari Ibu mengikut negara Barat yang lain.
Di Amerika Syarikat, Hari Ibu disambut seawal 1872 hasil ilham Julia Ward Howe. Beliau adalah seorang aktivis sosial dan telah menulis puisi “The Battle Hymn of The Republic” (TBHoTR). TBHoTR telah dijadikan lagu patriotik yang popular di kalangan warga Amerika. Ungkapan “Hallelujah” dalam bait-bait lagu tersebut menyerlahkan lagi sentuhan Yahudi dan Zionis dalam mencaturkan politik dunia.Pada tahun 1907 Anna Jarvis dari Philadelphia telah memulakan kempen untuk melancarkan Hari Ibu. Beliau telah berjaya mempengaruhi Mother’s Church di Grafton, West Virginia agar meraya dan meraikan Hari Ibu pada hari ulang tahun kedua kematian ibunya,yaitu pada hari Ahad kedua dalam bulan Mei. Semenjak dari itu, Hari Ibu dirayakan setiap tahun di Philadelphia.Anna Jarvis  telah menulis surat kepada menteri, golongan peniaga dan ahli-ahli politik agar Hari Ibu disambut secara meluas di seluruh wilayah. Matlamat mereka telah berjaya sepenuhnya pada tahun 1911 apabila hari tersebut disambut oleh hampir keseluruhan wilayah Amerika. Pada tahun 1914, Presiden Woodrow Wilson, secara rasminya telah mengisytiharkan Hari Ibu sebagai hari cuti umum dan mesti dirayakan pada setiap hari Ahad kedua dalam bulan Mei.
Para ulama berselisih pandangan mengenai persoalan hukum merayakan ‘Hari Ibu’ ini. Setengah ulama mengatakan bersifat bid’ah atau berdosa malahan ada yang ‘extreme’ sehingga mengharamkannya. Memang benar ianya bid’ah dan haram sekiranya niat untuk meniru dan meraikan budaya-budaya di atas.
Profesor Tafsir dan Ilmu al-Quran di Universiti Al-Azhar, Dr Muhammad Bakar Ismail, berpandangan sambutan Hari Ibu adalah harus kerana meraikan serta memuliakan ibu seperti pada Hari Ibu adalah bid’ah dalam perkara adat dan bukan ibadat.
Bid’ah dalam adat adalah tidak disuruh oleh Islam dan tidak juga dilarang kecuali ia menghubungkan dengan agama daripada dekat atau jauh. Jika adat ini lahir daripada pengiktirafan kepada kemurnian dan menyeru kepada berlaku baik dan ihsan kepada orang yang berhak mendapat kebaikan seperti ibu, bapa, datuk dan nenek, maka Islam memberkati dan memperakui adat sebegini.  Jika adat ini lahir daripada perkara sebaliknya, dan melakukannya juga membabitkan perkara yang buruk dan dilarang Islam seperti pemborosan, pembaziran, kelalaian dan berbangga-bangga, maka Islam melarang daripadanya.Jika dilihat dari segi keharusan sambutan ini, ia lebih banyak membawa kebaikan. Pertamanya, sesuatu perbuatan itu mestilah disertakan dengan niat yang baik. Walaupun amalan itu pada asasnya harus, namun ia boleh menjadi haram apabila disertai niat yang bertentang syariat.
Kenapa perlu diadakan atau diiktikadkan hanya satu hari untuk hari ibu??? Adakah satu hari itu  saja dia jadi ibu kita?  Adilkah kita perlakukan begitu kepada insan yang mengandungkan kita selama 9 bulan 10 hari, kemudian berjerit perih dan bertarung nyawa melahirkan kita, seterusnya berjaga malam menjaga ketika sakit kemudian memenuhi apa saja kehendak kita bagai menatang minyak yang penuh, tiba-tiba kita hanya meraikan kemulian mereka hanya sehari. Hari-hari lain, kita diam membisu, tidak menghubungi dan tidak ada lagi penghargaan buat ibu.Kedudukan ibu sangat mulia di sisi Islam. Berbagai masalah dilalalui  ibu demi membesarkan kita. Sepatutnya disambut  hari  ibu  setiapa detik, menit, jam … setiap hari, minggu, setiap bulan dan tahun kerana hari ibu memang sewajibnya setiap hari… Raikanlah dengan setulus ikhlas terhadap insan mulia tersebut…‘Hari Ibu’. Seharusnya dijadikan hari peringatan atau perayaan terhadap peranan seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, mahupun sesama manusia...

Sambutan Hari Ibu yang memenuhi tuntutan Islam antaranya, sambutan yang dilakukan sebaik-baiknya secara sederhana, tidak melalaikan tanggungjawab seorang Muslim terhadap  Allah SWT dan tidak bersifat mubazir. Di samping itu, sebaik-baik sambutan adalah dengan mengadakan solat berjemaah bersama ahli keluarga, mengadakan majlis tahlil dan doa selamat, pesanan dan nasihat yang baik serta dalam suasana mahabbah.Oleh itu, penting bagi masyarakat Islam membetulkan niat terlebih dulu dalam meraikan sambutan Hari Ibu ini supaya sambutan dirahmati dan tidak keluar dari landasan syariat Islam yang digariskan Allah SWT untuk hambaNya.

Created By :
Dex Unie Nafisah

Sabtu, 25 Oktober 2014

MARI KITA MENGENAL ACEH DENGAN SITUS PENINGGALAN SEJARAH


8 TEMPAT PENINGGALAN SEJARAH ACEH YANG TERKENAL DI DUNIA

Nanggroe aceh - jejak peradaban Aceh selama berabad-abad silam telah menyimpan begitu banyak tempat-tempat peninggalan sejarah Aceh yang terkenal di dunia.
Masyarakat Aceh bisa mengetahui jejak peradaban bangsanya melalui peninggalan-peninggalan sejarah ini. Sejarah telah mencatat bahwa Aceh selama masa penjajahan, baik itu penjajahan Portugis, Belanda dan Jepang serta konflik bersenjata antara GAM dan RI belum sekalipun tercatat Aceh pernah menyerah.
Itulah sebabnya kegilaan ini sering disebut oleh Belanda dengan "Acheh Pungo atau Aceh Gila". Diantarasekian  banyak tempat peninggalan itu, ada 8 tempat peninggalan sejarah Aceh yang terkenal di dunia.

Berikut adalah pemaparan selengkapnya :

1. Masjid Raya Baiturrahman



Suasana Malam Hari


Suasana Pagi Hari

       Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Sewaktu Belanda menyerang kota Banda Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar, kemudian pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah masjid sebagai penggantinya.
Masjid ini menjadi saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama. Mesjid ini merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda (1873-1904). Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya, tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan (1879-1993).
Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2 dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid. Mesjid ini  dapat menampung hingga 9.000 jama ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh di atasnya.

2. Pinto Khop


Pinto Khop  merupakan pintu penghubung antara Istana dan Taman Putroe Phang. Pinto Khop ini merupakan pintu gerbang berbentuk kubah. Pintu Khop ini merupakan tempat beristirahat Putri Phang, setelah lelah berenang, letaknya tidak jauh dari Gunongan, disanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri. Disana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri mandi bunga. Ditempat itu pula oleh Sultan dibangun sebuah perpustakaan dan menjadi tempat sang permaisuri serta Sultan menghabiskan waktu sambil membaca buku selepas berenang, keramas dan mandi bunga. Pinto Khop ini dibangun Pada masa Pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

3. Gunongan


Gunongan adalah tempat yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda atas permintaan Putroe Phang atau Putri Kamaliah yang berasal dari Pahang dan dibawa ke Aceh oleh Sultan Iskandar Muda setelah Pahang ditaklukkan oleh Kerajaan Aceh Darussalam. Gunongan ini terletak di taman Putroe Phang sebagai tempat bermain permaisuri Sultan Iskandar Muda tersebut.

4. Lonceng Cakra Donya




Lonceng Cakra Donya adalah hadiah  dari Tiongkok yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho sebagai bentuk kerjasama antara Aceh dan Tiongkok. Lonceng ini pernah dipakai oleh Kerajaan Samudera Pasai sebagai genderang perang melawan pasukan Portugis, kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan Aceh Darussalam. Lonceng ini sekarang disimpan di Museum Aceh sebagai tanda persahabatan antara Aceh dan China dimasa silam.

5. Kherkoff Pocut ( Peutjoet Kerkoff)


Kherkoff Peucut adalah kompleks kuburan perwira Belanda yang tewas dalam perang Aceh, jumlahnya mencapai 2000 lebih nisan yang tersimpan di dalamnya. Sejarah dunia mencatat bahwa Kherkoff Peucut adalah kompleks kuburan Belanda terbesar di dunia, belum lagi kuburan-kuburan Belanda lainnya yang tersebar di seluruh Aceh. Kuburan ini melambangkan bagaimana kegigihan orang Aceh dulu dalam mempertahankan harkat dan martabat bangsanya.

Gerbang Peutjoet Kerkoff


Kerkoff berasal dari bahasa Belanda yang berarti kuburan, sedangkan Peutjoet atau asal kata dari Pocut (putra kesayangan) Sultan Iskandar Muda yang dihukum oleh ayahnya sendiri (Sultan Iskandar Muda) karena melakukan kesalahan fatal dan dimakamkan di tengah-tengan perkuburan ini.
Pada relief dinding gerbang makam tertulis nama-nama serdadu Belanda yang meninggal dalam pertempuran dengan masyarakat Aceh (setiap relief ada 30 nama); daerah pertempuran, seperti di Sigli, Moekim, Tjot Basetoel, Lambari en Teunom, Kandang, Toeanko, Lambesoi, Koewala, Tjot Rang - Pajaoe, Lepong Ara, Oleh Karang  Dango, dan Samalanga); dan tahun meninggal para serdadu (1873-1910). Sekitar 2200 tentara Belanda termasuk 4 jenderalnya sejak tahun 1883 hingga 1940an dikuburkan di sini. Di antara para serdadu Belanda tersebut ada beberapa nama prajurit Marsose yang berasal dari Ambon, Manado dan Jawa. Para prajurit Marsose yang berasal dari Jawa ditandai dengan identitas IF (inlander fuselier) di belakang namanya, prajurit dari Ambon dengan tanda AMB, prajurit dari Manado dengan tanda MND, dan serdadu Belanda dengan tanda EF/ F. Art.

6. Benteng Indra Patra



Benteng Indra Patra adalah benteng peninggalan kerajaan Hindu pertama di Aceh yang digunakan sebagai tempat peribadatan dan benteng pertahanan dari gempuran musuh. Kemudian benteng ini direbut oleh Kerajaan Islam Aceh dan dijadikan sebagai benteng pertahanan. Benteng ini dipimpin oleh seorang laksamana perang perempuan Aceh yang sangat terkenal yaitu Laksamana Malahayati.

7. Rumoh Aceh

Rumoh Aceh adalah rumah adat Aceh yang difungsikan sekarang sebagai museum yang menyimpan ribuan peninggalan sejarah Aceh mulai dari peninggalan sejarah pra modern hingga peninggalan sejarah masa penjajahan, selain itu di rumoh Aceh ini juga disimpan berbagai macam kebudayaan Aceh yang berupa kerajinan tangan dan budaya Aceh lainnya.

8. Pesawat Seulawah Agam

Pesawat Seulawah Agam ini merupakan pemberian atau sumbangan orang Aceh kepada Republik Indonesia setelah Aceh bergabung dengan Indonesia. 
Pesawat ini digunakan oleh RI sebagai sarana untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia. Sumbangan orang Aceh ini sekarang menjadi monumen di Blang Padang Banda Aceh untuk menjadi saksi pengorbanan masyarakat Aceh untuk Indonesia, meskipun akhirnya Indonesia melupakan segalanya dari Jasa-jasa yang telah diberikan oleng bangsa Aceh terhadap Indonesia.

Replika Pesawat Seulawah RI 1 di Blang Padang


Pesawat Seulawah yang dikenal RI-1 dan RI-2 merupakan bukti nyata dukungan yang diberikan masyarakat Aceh dalam proses perjalanan Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, Pesawat Seulawah yang menjadi cikal bakal Maskapai Garuda Indonesia Airways disumbangkan melalui pengumpulan harta pribadi masyarakat dan saudagar aceh sehingga Presiden Soekarno menyebut "Daerah Aceh adalah Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat aceh seluruh Wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali". Pesawat Seulawah dibeli dengan harga US$120.000 dengan kurs pada saat itu atau kira-kira 25 Kg emas dan untuk mengenang jasa masyarakat aceh tersebut maka di buat replika pesawat seulawah yang berada di Lapangan Blang Padang Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.


“Ini Semua Adalah Sejarah
Saksi bisu Aceh”


Itulah 8 tempat peninggalan sejarah Aceh yang terkenal di dunia dan salah satunya adalah aset yang paling berharga yang pernah dimiliki dunia yaitu Mesjid Raya Baiturrahman.


created by : 

Jumat, 24 Oktober 2014

PELANTIKAN MASSAL ORMAWA STAINMAL LHOKSEUMAWE


Harian Online
              Redaksi IM3
Pelantikan Massal
ORMAWA STAINMAL Lhokseumawe

Alue Awe, ( Redaksi IM3 )          
                STAIN fair yang diselenggarakan oleh kampus STAIN Malikussaleh telah berlangsung selama tiga hari dan tidak terasa seiring dengan bergantinya waktu. tibalah saat pelantikan yang telah dinanti- nantikan oleh UKM dan HMPS untuk memulai kinerja mereka dalam membawa STAIN Malikussaleh ke arah yang lebih baik, bermartabat dan disegani oleh Kampus lain dalam bidang Intelektual umumnya dan berorganisasi khususnya.
                Adapun pelantikan massal yang dilaksanakan oleh panitia penyelenggara pelantikan terdiri dari satu UKM dan tiga HMPS,  yaitu, UKM Sanggar Seni GESBIKA, HMPS Hukum Ekonomi Syariah, HMPS Ahwal Al- Syakhsyiyah, dan HMPS Matematika. Dalam pelantikan kali ini HMPS Matematika memiliki Ketua, Staf, beserta jajarannya dengan total sebanyak 42 personil.
                Dalam menyukseskan acara pelantikan tersebut, HMPS Matematika mengambil peran penting, yaitu sebagai Master of Ceremony oleh Novian Aulia, Laporan Ketua Panitia oleh Rahmat Dani yang menjabat sebagai SEKJEN IM3, dan Ketua Seksi acara oleh Muhammad Taufiq yang menjabat sebagai Ketua Umum IM3.
                Dalam acara tersebut panitia telah mengundang sebanyak 230 tamu undangan, namun dalam hal tersebut tamu undangan yang menghadiri dalam acara Pelantikan Massal tersebut sebanyak 197 tamu undangan, dan acara pelantikan tersebut disahkan secara langsung oleh Ketua STAIN Malikussaleh Lhokseumawe yaitu bapak Dr. H. Hafifuddin, M.Ag. dan yang menjadi tamu undangan spesial HMPS Matematika yaitu ibu Rosimanidar, M.Si.
                Dalam Pidato Singkat Bapak Dr. H. Hafifuddin, M.Ag mengharapkan genarasi muda sekarang bisa menjadi agent of change dan untuk pemimpin serta anggotanya yang telah disahkan secara resmi memiliki karakter Leadership dengan menggunakan empat gagasan dasar utama dalam memimpin yaitu Otak, hati, emosi, dan agama.

created by : 

Rabu, 22 Oktober 2014

FIRST STEP OF MATH HMPS

harian Online
              Redaksi IM3
STAIN MALIKUSSALEH
Menyelenggarakan STAIN Fair

Alue Awe, ( Redaksi IM3 )        
                Dewan Eksekutif Mahasiswa ( DEMA ) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) Malikussaleh Lhokseumawe menyelenggarakan acara STAIN Fair yang dilaksanakan di Kampus STAIN malikussaleh selama sepuluh hari, Rabu- Sabtu ( 22 okt s/d 1 Nov ). Didalam acara tersebut semua mahasiswa ikut berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut. Pengurus Ikatan Mahasiswa Matematika Malikussaleh (IM3) yang baru akan dilantik pada hari jum’at (25 0kt ) dipanggung Utama, Pelantikan tersebut akan melibatkan mereka-mereka yang telah terpilih dalam seleksi yang dilakukan oleh Pengurus-pengurus IM3 sebelumnya, dan pelantikan tersebut akan dilakukan secara langgsung oleh Ketua STAIN Malikussaleh yaitu bapak Dr. Drs. HAFIFUDDIN M.Ag .
                Setelah secara resmi dilantik, para pengurus im3 yang baru langsung bekerja ekstra dengan mengadakan lomba berhitung cepat tingkat antar mahasiswa STAIN sendiri khususnya jurusan tarbiyah pada tanggal 28 okt 2014 tepatnya di Aula STAIN Malikussaleh, dengan memasang target sebanyak 150 pendaftar dan mengangkat tema: “Melalui Pelantikan HMPS Matematika (IM3) Mari Kita Satukan Spirit Mahasiswa Demi Menyongsong Tadris Matematika Dan STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Yang Lebih Berjaya Dimasa Mendatang”.
           
NOTE :

"Harapan Sekjen IM3 kedepannya, Pengurus IM3 yang baru bisa memberikan perubahan terhadap Semua mahasiswa umumnya dan mahasiswa prodi Matematika khususnya"

CREATED BY :
SEKJEN & ADMIN

Sponsor

Join marjiani's empire