PELANTIKAN MASSAL ORMAWA STAINMAL LHOKSEUMAWE

Pelantikan ORMAWA yang dilakukan secara Massal oleh STAINMAL bertepatan dengan acara STAIN Fair Lhokseumawe

Gimana Sih Serunya Pertama Kuliah

Keseruan Awal Pertama Kuliah

Walaupun Telat Yang Penting Ada

Penggalangan Dana Untuk Korban Banjir Bandang.

Kamis, 25 Desember 2014

WALAUPUN TERLAMBAT YANG PENTING ADA

Suasana Penggalangan Dana di Simpang Jam, Lhokseumawe – Rahmat Dani

harian Online          
              Redaksi IM3            

Penggalangan Dana Untuk
Korban Banjir Bandang              

Alue Awe, ( Redaksi IM3 )   


      Ditengah  kalang kabutnya masyarakat dan pemerintah Daerah dalam menghadapi banjir besar yang melanda Provinsi Aceh tahun ini, sejumlah Mahasiswa STAIN Malikussaleh yang ikut terhanyut dalam penderitaan ini melakukan aksi kemanusiaan  dengan  menggalang dana di simpang jam kota Lhokseumawe untuk korban banjir  di Lhokseumawe dan Aceh Utara pada hari Rabu lalu, (24/12). 

Aksi yang mengajak masyarakat untuk peduli kepada  korban banjir yang menimpa Lhokseumawe & Aceh Utara ini dikoordinir oleh Rahmat Rizki, mahasiswa  Jurusan Tarbiyah.             

“inisiatif yang kami ini adalah atas kesadaran kami sendiri yang memiliki rasa kemanusiaan dan hati nurani, tanpa ada anjuran dari siapapun dan tanpa mewakili lembaga/organisasi mahasiswa apapun. Kami bergerak atas nama mahasiswa STAIN Malikussaleh” ungkap Rahmat kepada HMPS Matematika-Blogs.   

 para mahasiswa yang berjiwa besar ini terlihat bertebaran disekitaran lampu merah didepan Bank Aceh & Supermarket Suzuya  dengan menenteng kotak karton bertuliskan “Bantuan Dana untuk Korban Banjir Aceh Utara dan sekitarnya”.           

Strategi yang digunakan oleh mahasiswa yang ikut serta dalam penggalangan dana  ini dengan membagi ke dalam 2 tim, tim pertama standby disekitaran traffic light dan  satu tim lainnya melakukan aksi penggalangan dengan mendatangi kantor-kantor dinas pemerintah maupun kantor -kantor non-pemerintah, selanjutnya ke kafe-kafe, warkop dan berakhir di deretan pertokoan.  

Adapun penggalangan dana yang dilakukan oleh Mahasiswa selama tiga hari jumlah dana yang berhasil terkumpulkan dalam aksi tersebut mencapai kurang lebih Rp 6 juta, Ungkap Rahmat.         

“Ini hasil yang luar biasa yang dilakukan oleh mahasiswa selama tiga hari yang beranggotakan 25 orang, uang yang terkumpul ini dibelikan logistik selanjutnya akan dikirim ke posko-posko pengungsian yang ada di Lhokseumawe & Aceh Utara pada Sabtu malam dan hari Minggu, 27-28 Desember nanti” ungkap Rahmat.    

Aksi luar biasa tersebut juga turut dibantu langsung oleh ketua umum, wakil dan Sekjen dari HMPS Matematika (Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika) STAIN Malikussaleh, Taufiq Al-Hidayat, Fachrul Reza, dan Rahmat Dani beserta Jajarannya yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana kemarin.



Penyerahan logistik oleh Sekjen HMPS Matematika kepada korban penggusuran lahan tanah di Rancong. Sabtu malam ( 27 Desember 2014 )



Penyerahan logistik oleh Ketua koordinator kepada pak Geuchiek desa Matang Baroeh, yang diamanahkan untuk membagikan kepada beberapa desa lainnya yang berada di Kec. Lapang.

created by :
Sekjen

Senin, 22 Desember 2014

Mengupas Sejarah Hari Ibu

Mengupas Sejarah Hari Ibu !
Jika melihat kembali sejarah, sebenarnya sejak tahun 1912 sudah ada organisasi perempuan. Pejuang-pejuang wanita pada abad ke 19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain secara tidak langsung telah merintis organisasi perempuan melalui gerakan-gerakan perjuangan.
Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu adalah setelah Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.
Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Jika kita melihat sejarah betapa heroiknya kaum perempuan (kaum Ibu) pada saat itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan dalam ranah domestik. Misalnya dalam sebuah keluarga pada tanggal tersebut seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti masak, mencuci, belanja, bersih-bersih, dan kemudian memberikan hadiah-hadiah untuk sang ibu. 
Satu aliran pemikiran mengakui bahawa perayaan  hari  ibu  lahir dari satu adat pemujaan ibu di Yunani Purba, yang menyambut satu perayaan untuk Cybele, ibu dewa-dewi Yunani yang agung. Perayaan ini diadakan sekitar equinoks musim bunga di Asia Kecil dan tidak lama kemudian di Rom dari 15 hingga 18 Maret.
Perayaan ini bersamaan hari kenduri Persembahan Nabi Isa di Kuil dalam mazhab Ortodoks Timur. Oleh sebab Theotokos (Ibu Tuhan) amat penting dalam perayaan ini kerana membawa Christ ke Kuil Jerusalem, perayaan ini dikaitkan dengan ibu. Namun begitu, kini ramai orang Greece cenderung menyambut Hari Ibu mengikut negara Barat yang lain.
Di Amerika Syarikat, Hari Ibu disambut seawal 1872 hasil ilham Julia Ward Howe. Beliau adalah seorang aktivis sosial dan telah menulis puisi “The Battle Hymn of The Republic” (TBHoTR). TBHoTR telah dijadikan lagu patriotik yang popular di kalangan warga Amerika. Ungkapan “Hallelujah” dalam bait-bait lagu tersebut menyerlahkan lagi sentuhan Yahudi dan Zionis dalam mencaturkan politik dunia.Pada tahun 1907 Anna Jarvis dari Philadelphia telah memulakan kempen untuk melancarkan Hari Ibu. Beliau telah berjaya mempengaruhi Mother’s Church di Grafton, West Virginia agar meraya dan meraikan Hari Ibu pada hari ulang tahun kedua kematian ibunya,yaitu pada hari Ahad kedua dalam bulan Mei. Semenjak dari itu, Hari Ibu dirayakan setiap tahun di Philadelphia.Anna Jarvis  telah menulis surat kepada menteri, golongan peniaga dan ahli-ahli politik agar Hari Ibu disambut secara meluas di seluruh wilayah. Matlamat mereka telah berjaya sepenuhnya pada tahun 1911 apabila hari tersebut disambut oleh hampir keseluruhan wilayah Amerika. Pada tahun 1914, Presiden Woodrow Wilson, secara rasminya telah mengisytiharkan Hari Ibu sebagai hari cuti umum dan mesti dirayakan pada setiap hari Ahad kedua dalam bulan Mei.
Para ulama berselisih pandangan mengenai persoalan hukum merayakan ‘Hari Ibu’ ini. Setengah ulama mengatakan bersifat bid’ah atau berdosa malahan ada yang ‘extreme’ sehingga mengharamkannya. Memang benar ianya bid’ah dan haram sekiranya niat untuk meniru dan meraikan budaya-budaya di atas.
Profesor Tafsir dan Ilmu al-Quran di Universiti Al-Azhar, Dr Muhammad Bakar Ismail, berpandangan sambutan Hari Ibu adalah harus kerana meraikan serta memuliakan ibu seperti pada Hari Ibu adalah bid’ah dalam perkara adat dan bukan ibadat.
Bid’ah dalam adat adalah tidak disuruh oleh Islam dan tidak juga dilarang kecuali ia menghubungkan dengan agama daripada dekat atau jauh. Jika adat ini lahir daripada pengiktirafan kepada kemurnian dan menyeru kepada berlaku baik dan ihsan kepada orang yang berhak mendapat kebaikan seperti ibu, bapa, datuk dan nenek, maka Islam memberkati dan memperakui adat sebegini.  Jika adat ini lahir daripada perkara sebaliknya, dan melakukannya juga membabitkan perkara yang buruk dan dilarang Islam seperti pemborosan, pembaziran, kelalaian dan berbangga-bangga, maka Islam melarang daripadanya.Jika dilihat dari segi keharusan sambutan ini, ia lebih banyak membawa kebaikan. Pertamanya, sesuatu perbuatan itu mestilah disertakan dengan niat yang baik. Walaupun amalan itu pada asasnya harus, namun ia boleh menjadi haram apabila disertai niat yang bertentang syariat.
Kenapa perlu diadakan atau diiktikadkan hanya satu hari untuk hari ibu??? Adakah satu hari itu  saja dia jadi ibu kita?  Adilkah kita perlakukan begitu kepada insan yang mengandungkan kita selama 9 bulan 10 hari, kemudian berjerit perih dan bertarung nyawa melahirkan kita, seterusnya berjaga malam menjaga ketika sakit kemudian memenuhi apa saja kehendak kita bagai menatang minyak yang penuh, tiba-tiba kita hanya meraikan kemulian mereka hanya sehari. Hari-hari lain, kita diam membisu, tidak menghubungi dan tidak ada lagi penghargaan buat ibu.Kedudukan ibu sangat mulia di sisi Islam. Berbagai masalah dilalalui  ibu demi membesarkan kita. Sepatutnya disambut  hari  ibu  setiapa detik, menit, jam … setiap hari, minggu, setiap bulan dan tahun kerana hari ibu memang sewajibnya setiap hari… Raikanlah dengan setulus ikhlas terhadap insan mulia tersebut…‘Hari Ibu’. Seharusnya dijadikan hari peringatan atau perayaan terhadap peranan seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, mahupun sesama manusia...

Sambutan Hari Ibu yang memenuhi tuntutan Islam antaranya, sambutan yang dilakukan sebaik-baiknya secara sederhana, tidak melalaikan tanggungjawab seorang Muslim terhadap  Allah SWT dan tidak bersifat mubazir. Di samping itu, sebaik-baik sambutan adalah dengan mengadakan solat berjemaah bersama ahli keluarga, mengadakan majlis tahlil dan doa selamat, pesanan dan nasihat yang baik serta dalam suasana mahabbah.Oleh itu, penting bagi masyarakat Islam membetulkan niat terlebih dulu dalam meraikan sambutan Hari Ibu ini supaya sambutan dirahmati dan tidak keluar dari landasan syariat Islam yang digariskan Allah SWT untuk hambaNya.

Created By :
Dex Unie Nafisah

Sponsor

Join marjiani's empire